Asuransi AIA Bukukan Aset Rp 2,57 Triliun
JAKARTA-PT Asuransi AIA berhasil membukukan aset sebesar Rp 2,57 triliun pada tahun 2005 dengan tingkat risk based capital (RBC) sebesar 275 persen (audited). Dari sisi dana yang dikelola, perusahaan itu juga mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.
”Kami mengelolanya melalui retain earnings atau net worth. Selain itu, jumlah modal yang kami tanam juga terus bertambah,” ujar Harry H Diah, Presiden Direktur AIA Indonesia dalam siaran pers yang diterima Suara Merdeka, kemarin.
Dalam rangka peningkatan kinerja perusahaan ke depan, Harry mengatakan akan tetap menjalankan perusahaan ini secara terarah dan konsisten. Tentu dengan diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta pengembangan teknologi informatika, selain juga tetap mengikuti secara cermat setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
”Ini hal penting yang harus tetap dijaga,” jelasnya. Sementara, dari segi pengembangan produk asuransi ke depanakan tetap melakukan pengembangan terhadap sektor bancassurance. Sedangkan untuk sektor agency, akan difokuskan penekanan pangsa pasar pada kota-kota yang selama ini terlihat lemah, namun di lapangan kompetitor justru dapat membuktikan sebaliknya. ”Kami akan fokus pada kota-kota tersebut untuk mengoptimalkan dan memaksimalkan potensi pangsa pasar kami,” tegas Harry.
Namun, selain produk investment link, Harry menambahkanperusahaan juga akan tetap memasarkan dan menekankan produk-produk tradisional yang menitikberatkan pada proteksi. Hal ini mengingat sebelum berinvestasi, selayaknya si individu juga telah memiliki proteksi yang cukup.
”Itulah sebabnya, kami pun secara agresif sedang melakukan perekrutan terhadap agen-agen baru untuk memperkuat penetrasi di pasar ini,” tandasnya.
Sementara, AIA Indonesia saat ini mengandalkan produk Unit Link dalam memperbesar pangsa pasarnya tanpa melupakan segmen yang sudah lama digarap, yaitu pasar asuransi tradisional. Menurut Harry, pertumbuhan yang tinggi pada produk-produk Unit Link ini selalu diimbangi dengan pertumbuhan serupa pada asuransi tradisional.
Harry mengakui, akhir-akhir ini, AIA Indonesia telah memiliki pondasi yang kuat dalam mengembangkan produk-produk yang dipasarkan melalui jalur bancassurance.
Dalam mengembangkan usahanya ini, AIA Indonesia didukung oleh 400 karyawandan lebih dari 3.000 agen penjualan profesional yang siap melayani lebih dari 400.000 nasabah yang dimiliki perusahaan saat ini.
AIA Indonesia juga mampu mempertahankan posisinya dengan meningkatkan pendapatan premi sebesar Rp 883 miliar (sampai dengan November 2004). Pendapatan ini naik hampir 100 persen dibanding perolehan premi pada periode yang sama tahun 2003. (G2-59)
Sumber :
